SENEKO | SULUT — Jelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) di Provinsi Sulawesi Utara, Anggota Komite II DPD RI Ir. Stefanus B.A.N Liow, MAP melakukan kunjungan kerja dan pertemuan dengan Kepala Dinas Perhubungan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Izak Rei bersama jajarannya, kemarin.
Kadis Perhubungan Daerah Sulut Izak Rei didampingi Sekretaris Stenly Patimbano menyambut kehadiran Senator Stefa.
Menurut Kadis Izak Rey, stakholder terkait perhubungan baik darat, udara dan laut telah menggelar rapat kooordinasi untuk penyiapan dan anitisipasi padatnya mudik Nataru.
Tahun 2024 untuk angkutan darat tidak ada mudik gratis, sedangkan angkutan laut ada penambahan dua armada kapal perintis yang melayari rute Manado-Kepulauan Talaud, sedangkan kebijakan pemerintah pusat harga tiket turun 10% dari rentang waktu tanggal 19 Januari 2024-3 Januari 2025.
Namun, Izak Rei meminta harga tiket ke Sulut diturunkan untuk menopang perekonomian daerah termasuk kunjungan wisatawan.
Setelah pertemuan di Kantor Dinas Perhubungan Daerah Sulut, Senator Stefa melanjutkan kegiatan peninjauan di Terminal Paal Dua, lalu Terminal Karombasan Manado.
Didampingi Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Perhubungan LLAJ Yerianto Mesdila, Senator Stefa menerima masukan dari DPC Organda Kota Manado serta puluhan pemilik dan sopir bus dari dua terminal berbeda di Kota Manado.
Mereka mengungkapkan semakin banyak 'taxi gelap' yang membuat penurunan dratis penumpang dan tentunya pendapatan, sehinga perlu secara rutin ada penindakan dari aparat berkompoten untuk penertiban.
Selain itu, sarana dan prasarana yang kurang memadai, termasuk kebersihan terminal. Hal menarik, para sopir meminta kebijakan pihak pertamina, karena armada bus sering tidak dilayani atau sulit untuk mendapatkan BBM dalam pengisian dipompa bensin.
Ketua DPC Orgada Kota Manado Gazali Djamaan bersyukur karena pihaknya bersama sopir dapat bertemu langsung dengan Anggota DPD RI Dapil Sulut Senator Stefa, seraya berharap menindaklanjuti aspirasi termasuk mendorong dikeluarkan Pergub Sulut untuk penertiban 'taxi gelap'.
Senator Stefa mengatakan akan meneruskan aspirasi daerah dan masyarakat kelompok sopir kepada pihak yang berkompoten seraya berharap dapat ditindaklanjuti untuk kenyamanan dan kesejahteraan sopir.(*)